Blog Detail

Adu Kecanggihan Antara Jam Tangan Automatic dan Kinetic. Kamu Pilih Mana?

30 Nov 18
radatime
, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
No Comments

Setelah sempat membahas perbedaan jam tangan Analog dan jam tangan Digital. Kali ini RADATIME akan membahas mengenai perbedaan jam tangan Automatic dengan jam tangan Kinetic. Seperti namanya, Automatic dan Kinetic memiliki akhiran sama –tic yang berarti kedua jam tangan ini menggunakan tenaga gerak untuk mengisi daya.

Movement pada jam tangan Automatic dan Kinetic sama-sama menggunakan rotor yang berfungsi sebagai pengisi daya ketika digerakkan secara digoyang-goyangkan sehingga membuat rotornya bergerak memutar didalam belakang case kemudian mesin-mesin didalamnya akan menyimpan tenaga tersebut dalam jangka waktu yang terbatas.

Namun bukan kesamaan jam tangan Automatic dan Kinetic yang akan kita bahas hari ini, melainkan perbedaannya.

  1. Jam tangan Automatic (otomatis)

Pada jam tangan otomatis tidak terdapat perangkat elektronik satupun. Semua komponen penggerak dari jam tangan otomatis murni ditenagai oleh mainspring atau per- utama, yang “diisi” melalui putaran pada rotor jam tangan. Pada jam tangan manual winding pengisian daya dilakukan dengan memutar crown pada jam tangan kearah atas. Dan untuk jam tangan otomatis pengisian daya dilakukan tanpa memutar crown, melainkan menggunakan pergerakan rotor pada bagian belakang case jam tangan.

Daya hasil putaran rotor disimpan pada mainspring yang kemudian disalurkan ke roda-roda gir dalam mesin jam tangan hingga jarum jam dapat bergerak dan menunjukkan waktu dan fungsi-fungsi yang terdapat dalam jam tesebut. Semua dilakukan secara mekanikal tanpa menggunakan listrik sedikitpun.

Pada umumnya jam tangan otomatis memiliki penunjuk daya rotor yang disebut Power Reserve. Power Reserve pada jam tangan otomatis memiliki ketahanan rata-rata 40 jam. Dan apabila jam tangan tidak digunakan selama kurang lebih 48 jam – 72 jam, tenaga pada rotor akan habis dan akan membuat jam tangan berhenti bergerak. Hal ini menyebabkan jam tangan tidak lagi berfungsi dan harus digerakkan terlebih dahulu agar rotor pada jam tangan otomatis dapat menyimpan tenaga kembali dan dapat digunakan seperti sebelumnya.

Pertanyaan-nya adalah bagaimana sebuah jam tangan bergerak dengan hanya mengandalkan mesin-mesin kecil yang dibentuk sedemikian rupa? Hebat sekali bukan?

  1. Jam tangan Kinetic

Meskipun sama dengan jam tangan otomatis yang memiliki rotor sebagai penggeraknya. Tentu saja tetap ada perbedaan yang menjadi keunggulan jam tangan Kinetic, yaitu pergerakan rotor pada movement Kinetic mengisi daya pada kapasitor atau baterai yang terdapat pada mesin jam tangan. Dan ini merupakan perbedaan mencolok yang belum diketahui oleh orang-orang bahwa jam tangan otomatis murni menggunakan mesin sebagai penggeraknya, namun jam tangan Kinetic menggunakan tenaga listrik atau baterai sebagai penyimpan daya yang berguna menggerakkan jarum jam dan mesin pada jam tangan ini.

Movement Kinetic atau yang biasa disebut Automatic-Quartz ini menggabungkan antara konsep pengisian daya yang diterapkan oleh movement mekanis otomatis dengan jam bertenaga lisitrik atau Quartz. Konsep mengenai jam tangan Kinetic ini ditemukan, dikembangkan, serta dipatenkan oleh perusahaan jam ternama asal Jepang, Seiko.

Seiko berpendapat Kinetic adalah sebuah platfrom baru penggabungan antara tenaga otomatis dengan teknologi Quartz yang mampu membuat jam tangan lebih akurat. Pada saat itu Seiko memperkenalkannya dengan nama AGM (Automatic Generating Movement) dan sesuai dengan harapan Seiko, platfrom baru ini sukses sebagai jam tangan yang ramah lingkungan, akurat dan tahan lama.

Keunggulan lain dari jam tangan Kinetic adalah meskipun jam tangan ini akan tetap mati bila tidak digunakan. Power Reserve pada jam tangan Kinetic bisa bertahan 1,5 bulan sampai 6 bulan tergantung pada kaliber yang digunakan. Dan keunggulan inilah yang membuat jam tangan Kinetic diterima baik di pasaran.

Selain dari itu, jam tangan Kinetic yang tidak lagi berjalan akan ‘mematikan’ dirinya untuk menghemat daya, inilah yang menyebabkan jam tangan Kinetic akan mencari waktunya sendiri ketika “dibangunkan” setelah lama tidak digunakan dalam kondisi mati, dengan catatan Power Reserve-nya masih menyimpan daya. Ini merupakan teknologi canggih Auto-Relay yang di tanamkan oleh Seiko.

Jadi diantara kedua jam tangan canggih ini manakah yang menjadi kesukaan kamu? Atau barang kali kamu sudah memiliki salah satu bahkan kedua dari jam tangan ini? Tuliskan pengalaman kamu dalam menggunakan jam tangan canggih ini di kolom komentar.

Dan bagi kamu yang belum memiliki salah satu dari kedua jam tangan ini bisa langsung klik foto di bawah ini untuk informasi mengenai jam tangan Automatic atau Kinetic dari Seiko.

Leave A Comment

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com