Tag Archives: #automatic

Mahakarya terbaru dari Seiko: Seiko Presage “The Urushi Byakudan-nuri”

09 Jan 19
radatime
, , , , , , , , , , , , ,
No Comments

Pada ajang Baselworld 2018 Seiko mengumumkan seri terbaru dari Seiko Presage Cocktail yang disebut “The Shippo Enamel Limited Edition”. Disebut dengan Shippo karena jam tangan ini memiliki lapisan spesial yang berasal dari serbuk enamel, dipoles dan dilebur dengan sedemikian rupa oleh sang maestro Ando Cloisonne, produsen spesialis di Nagoya dengan sejarah pembuatan jam tangan lebih dari 100 tahun. Dan dilukis oleh tangan pengrajin Wataru Totani untuk mendapatkan standar keamanan Seiko yang tinggi serta pedoman RoHS UE, ia menggunakan glasir bebas timbal yang khusus dikembangkan untuk jam tangan ini.

Dial ini kemudian dibakar pada 800 derajat Celcius dan proses pengecatan berulang kali demi memperoleh hasil yang sempurna menurut Totani. Warna dial nya biru pekat mencerminkan warna lautan. Melalui indahnya warna samudera itulah Seiko menyerap unsur-unsur budaya Negara Jepang dalam setiap lekuk pembuatan jam tangan yang hanya di pamerkan pada ajang Baselworld 2018 ini.

Menyusul kesuksesan Seiko enamel biru tua yang sudah terlebih dahulu rilis. Seiko kembali dengan seri terbaru dari Seiko Presage Cocktail yang disebut “The Urushi Byakudan-nuri Limited Edition”, dinamakan begitu karena desainnya yang terinspirasi dari indahnya bulan yang timbul saat fajar. Seiko enamel kali ini dibuat dengan salah satu Teknik pernis paling rumit dari semuanya, yaitu Byakudan-nuri serta Urushi tradisional untuk menggambarkan keindahan langit dan bulan sebelum fajar di negara Jepang.

Byakudan-nuri sendiri adalah teknik yang telah digunakan selama berabad-abad untuk menghias pernis Urushi. Dan karena kesulitan pengerjaannya, teknik ini hanya digunakan untuk tempat-tempat atau benda-benda yang memiliki ‘status tinggi’ seperti kuil dan baju zirah dari Panglima perang Shogun.

Sedangkan, Urushi dibuat dengan teknik Urushi tradisional di mana pernis hitam legam dicat dengan tangan ke dasar dial berbahan logam, dikeringkan dan kemudian dipoles. Proses ini diulang beberapa kali sampai sang pengrajin telah mencapai kedalaman pewarnaan hitam yang diinginkannya.

Maestro yang dipercaya untuk membuat Seiko Presage “The Urushi Byakudan-nuri Limited Edition” adalah Isshu Tamura. Isshu Tamura lahir pada tahun 1957 dan sudah sangat terlatih untuk teknik pernis emas Kaga Maki-e tradisional Kanazawa. Setelah mengasah keterampilannya dalam teknik ini, Mr. Tamura kembali untuk menghasilkan karya seni terbaik yang tiada banding. Dia telah menggunakan tekniknya di Kaga Maki-e tidak hanya dalam pernis, tetapi juga dalam pembuatan pena dan jam tangan mewah yang telah menerima pengakuan dunia atas detail rumit dan keindahan setiap karyanya.

Menggunakan lapisan baru Urushi sebagai bahan pengikat, sub-dial kemudian ditaburi dengan lapisan bubuk logam yang sangat halus. Seluruh dial kemudian berulang kali dicat dengan lacquer Urushi semi-transparan berwarna merah dan kemudian setiap layer baru dikeringkan dan dipoles sebanyak yang diperlukan oleh pengrajin. Efeknya halus tetapi sangat memuaskan. Sementara merah dari sub-dial dalam, dial jam ini menangkap cahaya dan bersinar ketika cahaya sekitar bercahaya lebih terang, seperti bagian langit menangkap cahaya fajar di sore hari.

Berdasarkan pada ketelitian Mr. Tamura dalam memoles jam tangan ini, tak diragukan lagi keindahan dan kualitas yang dimiliki oleh jam tangan ini. Benar-benar memiliki detail yang nyaris sempurna, sudah siap untuk membawa yang satu ini pulang?

Tips merawat jam tangan otomatis ala RADATIME

20 Dec 18
radatime
, , , , , , , , , , , , , , , , , ,
No Comments

Seperti pada artikel sebelumnya yang membahas mengenai jam tangan Automatic dan Kinetic. Telah dijelaskan bahwa jam tangan Automatic merupakan jam tangan yang bergantung pada rotor sebagai penggeraknya. Sebagai jam tangan yang berfungsi otomatis jam tangan Automatic tentu memerlukan perawatan untuk menjaga agar mesin-mesin yang terdapat didalamnya menjadi lebih awet dan tetap akurat seperti pertama kali di beli.

Banyak dari masyarakat yang kurang memahami cara perawatan jam tangan Automatic sehingga terkadang bingung ketika jam tangan mereka mesinnya tiba-tiba saja tidak berfungsi dengan baik hingga jam tangan yang tidak menunjukkan waktu yang tepat. Karena, pada umumnya jam tangan Automatic hanya akan memiliki “missed” 15-30 detik/hari. Jadi, pastikan kamu merawat dengan baik jam tangan otomatis kamu dengan cara-cara seperti di bawah ini:

  1. Meskipun jam tangan otomatis rata-rata memiliki Power Reserve hingga 48 jam, bukan berarti kita bisa membiarkan jam tangan otomatis tidak digerakkan meskipun hanya sebentar. Dengan menggerakkan jam tangan otomatis walau hanya sebentar, itu akan membantu rotor menyimpan daya dan memastikan mesin di jam otomatis tetap terpelihara dengan baik.
  2. Hindari penggunaan jam tangan otomatis ketika sedang melakukan olahraga yang memerlukan pergerakan tangan dengan lengan yang terus berlanjut, misalnya tenis lapangan, tenis meja, atau bola basket. Karena pergerakan tangan yang terus menerus dapat mengganggu mekanisme pergerakan otomatis dari jam yang dirancang untuk pergerakan lengan sehari-hari. Selain itu, kemungkinan untuk jam tangan otomatis terbentur saat melakukan kegiatan olahraga ini juga sangat besar, sehingga sangat disarankan untuk tidak menggunakan jam tangan otomatis saat melakukan olahraga berat seperti ini.
  3. Dan untuk jam tangan otomatis yang masih menggunakan manual winding kamu diharuskan untuk memutar crown searah jarum jam untuk mengisi daya pada rotor jam tangan otomatis. Namun, semakin berkembangnya teknologi, fitur manual winding mulai tergantikan oleh fitur baru yang di ciptakan oleh Seiko. Kamu hanya perlu menggerakkan (menggoyangkan) jam tangan otomatis kamu secara berkala untuk menjaga rotornya tetap menyimpan tenaga.

Kendala kebanyakan orang adalah mereka memiliki lebih dari 1 buah jam tangan untuk digunakan atau lebih dari 1 jam tangan otomatis dan hanya menggunakan jam tangan otomatis saat menghadiri acara-acara tertentu. Lalu, bagaimana cara merawat jam tangan otomatis ketika kamu memiliki lebih dari satu buah jam?

Pertama, simpanlah jam tangan otomatis kamu pada tempat yang jauh dari peralatan elektronik, misalnya laptop, kulkas, televisi dsb. Karena radiasi dari benda-benda elektronik dapat menggangu keakuratan mesin jam tangan otomatis kamu. Sebaiknya gunakan kotak penyimpanan jam tangan yang terbuat dari bahan baldu seperti di atas ini supaya strap jam tangan terawat dengan baik. Pastikan juga menyimpan jam tangan dalam keadaan bersih dan kering agar tidak ada jamur yang tumbuh di strap jam tangan kamu ketika disimpan, lalu letakkan ditempat yang aman, misalnya lemari.

Kedua, gunakan Watch Winder untuk tetap menggerakkan jam tangan kamu. Watch Winder merupakan alat yang diciptakan untuk memutar satu arah jam tangan otomatis ketika tidak digunakan. Kamu juga bisa mengatur berapa kecepatan dalam memutar jam tangan otomatis yang terdapat di dalamnya. Watch Winder ini menggunakan listrik atau baterai sebagai penggeraknya, dengan desain yang elegan dan mewah seperti yang ditawarkan oleh Teiwe.

Dapatkan diskon 35% dan Free Shipping ke seluruh Indonesia untuk Watch Winder dari Teiwe ini. Segera klik gambar di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Apa itu Eco-Drive dan bagaimana cara kerjanya? Temukan jawabannya sekarang!

17 Dec 18
radatime
, , , , , , , , , , , , , , , , ,
No Comments

Banyak masyarakat yang sering kebingungan dengan bagaimana sebenarnya jam tangan Eco Drive bekerja? Bagaimana bisa cahaya matahari dan cahaya lampu LED bisa menjadi tenaga dan menggerakkan sebuah jam tangan dan juga membuatnya tetap akurat hanya dengan cahaya.

Disini, kita akan sama-sama mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini.

Sejak awal ditemukan, jam tangan bergantung pada sumber energi mekanik yang berasal dari mesin-mesin atau mainspring pada sebuah jam tangan untuk menggerakkannya. Karena keakuratannya yang dinilai tidak begitu baik, mulai bermunculan sebuah teknologi baru yang dikembangkan oleh Seiko, Jepang. Yaitu, jam tangan bertenaga baterai yang tentunya memiliki keakuratan yang lebih baik dari jam tangan mekanik.

Meskipun berhasil menjadi populer karena keakuratannya, jam tangan bertenaga baterai masih banyak menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Hal ini terjadi dikarenakan pada saat itu teknologi baterai yang belum secanggih saat ini masih menggunakan material yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. ini lah yang membuat beberapa produsen jam tangan yang mengembangkan teknologi baterai mulai mencari alternatif material pembuat baterai yang lebih aman untuk tetap memastikan keberlangsungan bisnis mereka pada saat itu.

 

Dan menyadari hal itu, Citizen mencoba membuat sebuah gebrakan baru di dunia jam tangan dengan meluncurkan jam tangan ramah lingkungan dengan tenaga cahaya sebagai sumbernya. Jam tangan pertama dari Citizen ini diberi nama Citizen Quartz Crystron Solar Cell, peluncuran jam ini menjadikan Citizen sebagai pelopor pembuatan jam tangan yang mengandalkan cahaya matahari sebagai tenaganya. Teknologi yang dibuat oleh Citizen ini adalah sebuah panel surya yang berguna menangkap cahaya yang masuk ke jam tangan, kemudian cahaya tersebut diubah menjadi energi listrik oleh panel surya yang kemudian mulai mengisi daya pada kapasitor. Kapasitor berguna untuk mengalirkan daya listrik kepada motor penggerak jarum jam.

Seiring dengan perkembangannya jam tangan yang memiliki tenaga cahaya sebagai penggeraknya ini dinamakan sebagai Eco-Drive. Nama ini diberikan sebagai pengakuan atas asal usul teknologi yang sangat ramah lingkungan. Apa lagi seiring dengan perkembangannya cahaya yang dapat dijadikan sebagai energi bukan hanya sinar matahari melainkan cahaya lampu yang redup sekalipun.

Selain keunggulannya yang menjadikan jam tangan ini ramah lingkungan, teknologi Eco-Drive ini juga bisa bertahan hingga berbulan-bulan bahkan saat tidak terkena cahaya ketika disimpan. Keuntungan lainnya adalah jam yang memiliki sumber tenaga sendiri ini tidak memerluan penggantian baterai secara rutin. Dengan hal ini teknologi Eco-Dive juga mengurangi limbah berbahaya baterai yang terus menerus dibuang.

Sebagai masyarakat yang mendukung pencegahan “Global Warming” seharunya kita juga menggunakan jam tangan dengan material yang ramah lingkungan seperti dari Citizen ini. Segera klik gambar di bawah ini untuk mendapatkan diskon 45% untuk semua jam tangan dari Citizen yang ada di RADATIME. Yuk, ikut menyelamatakan dunia dan memulainya dari hal kecil bersama RADATIME.

Adu Kecanggihan Antara Jam Tangan Automatic dan Kinetic. Kamu Pilih Mana?

30 Nov 18
radatime
, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
No Comments

Setelah sempat membahas perbedaan jam tangan Analog dan jam tangan Digital. Kali ini RADATIME akan membahas mengenai perbedaan jam tangan Automatic dengan jam tangan Kinetic. Seperti namanya, Automatic dan Kinetic memiliki akhiran sama –tic yang berarti kedua jam tangan ini menggunakan tenaga gerak untuk mengisi daya.

Movement pada jam tangan Automatic dan Kinetic sama-sama menggunakan rotor yang berfungsi sebagai pengisi daya ketika digerakkan secara digoyang-goyangkan sehingga membuat rotornya bergerak memutar didalam belakang case kemudian mesin-mesin didalamnya akan menyimpan tenaga tersebut dalam jangka waktu yang terbatas.

Namun bukan kesamaan jam tangan Automatic dan Kinetic yang akan kita bahas hari ini, melainkan perbedaannya.

  1. Jam tangan Automatic (otomatis)

Pada jam tangan otomatis tidak terdapat perangkat elektronik satupun. Semua komponen penggerak dari jam tangan otomatis murni ditenagai oleh mainspring atau per- utama, yang “diisi” melalui putaran pada rotor jam tangan. Pada jam tangan manual winding pengisian daya dilakukan dengan memutar crown pada jam tangan kearah atas. Dan untuk jam tangan otomatis pengisian daya dilakukan tanpa memutar crown, melainkan menggunakan pergerakan rotor pada bagian belakang case jam tangan.

Daya hasil putaran rotor disimpan pada mainspring yang kemudian disalurkan ke roda-roda gir dalam mesin jam tangan hingga jarum jam dapat bergerak dan menunjukkan waktu dan fungsi-fungsi yang terdapat dalam jam tesebut. Semua dilakukan secara mekanikal tanpa menggunakan listrik sedikitpun.

Pada umumnya jam tangan otomatis memiliki penunjuk daya rotor yang disebut Power Reserve. Power Reserve pada jam tangan otomatis memiliki ketahanan rata-rata 40 jam. Dan apabila jam tangan tidak digunakan selama kurang lebih 48 jam – 72 jam, tenaga pada rotor akan habis dan akan membuat jam tangan berhenti bergerak. Hal ini menyebabkan jam tangan tidak lagi berfungsi dan harus digerakkan terlebih dahulu agar rotor pada jam tangan otomatis dapat menyimpan tenaga kembali dan dapat digunakan seperti sebelumnya.

Pertanyaan-nya adalah bagaimana sebuah jam tangan bergerak dengan hanya mengandalkan mesin-mesin kecil yang dibentuk sedemikian rupa? Hebat sekali bukan?

  1. Jam tangan Kinetic

Meskipun sama dengan jam tangan otomatis yang memiliki rotor sebagai penggeraknya. Tentu saja tetap ada perbedaan yang menjadi keunggulan jam tangan Kinetic, yaitu pergerakan rotor pada movement Kinetic mengisi daya pada kapasitor atau baterai yang terdapat pada mesin jam tangan. Dan ini merupakan perbedaan mencolok yang belum diketahui oleh orang-orang bahwa jam tangan otomatis murni menggunakan mesin sebagai penggeraknya, namun jam tangan Kinetic menggunakan tenaga listrik atau baterai sebagai penyimpan daya yang berguna menggerakkan jarum jam dan mesin pada jam tangan ini.

Movement Kinetic atau yang biasa disebut Automatic-Quartz ini menggabungkan antara konsep pengisian daya yang diterapkan oleh movement mekanis otomatis dengan jam bertenaga lisitrik atau Quartz. Konsep mengenai jam tangan Kinetic ini ditemukan, dikembangkan, serta dipatenkan oleh perusahaan jam ternama asal Jepang, Seiko.

Seiko berpendapat Kinetic adalah sebuah platfrom baru penggabungan antara tenaga otomatis dengan teknologi Quartz yang mampu membuat jam tangan lebih akurat. Pada saat itu Seiko memperkenalkannya dengan nama AGM (Automatic Generating Movement) dan sesuai dengan harapan Seiko, platfrom baru ini sukses sebagai jam tangan yang ramah lingkungan, akurat dan tahan lama.

Keunggulan lain dari jam tangan Kinetic adalah meskipun jam tangan ini akan tetap mati bila tidak digunakan. Power Reserve pada jam tangan Kinetic bisa bertahan 1,5 bulan sampai 6 bulan tergantung pada kaliber yang digunakan. Dan keunggulan inilah yang membuat jam tangan Kinetic diterima baik di pasaran.

Selain dari itu, jam tangan Kinetic yang tidak lagi berjalan akan ‘mematikan’ dirinya untuk menghemat daya, inilah yang menyebabkan jam tangan Kinetic akan mencari waktunya sendiri ketika “dibangunkan” setelah lama tidak digunakan dalam kondisi mati, dengan catatan Power Reserve-nya masih menyimpan daya. Ini merupakan teknologi canggih Auto-Relay yang di tanamkan oleh Seiko.

Jadi diantara kedua jam tangan canggih ini manakah yang menjadi kesukaan kamu? Atau barang kali kamu sudah memiliki salah satu bahkan kedua dari jam tangan ini? Tuliskan pengalaman kamu dalam menggunakan jam tangan canggih ini di kolom komentar.

Dan bagi kamu yang belum memiliki salah satu dari kedua jam tangan ini bisa langsung klik foto di bawah ini untuk informasi mengenai jam tangan Automatic atau Kinetic dari Seiko.

Sejarah jam tangan pertama Indonesia di desain oleh Presiden No. 1 Indonesia, Soekarno.

16 Nov 18
radatime
, , , , , , , , , , ,
No Comments

Setelah Soekarno berhasil menjadi salah satu penggagas diadakannya Asian Games pertama pada tahun 1962. Bersamaan dengan itu Jakarta pun ikut berbenah, mulai dari membangun stadion ISTORA, Hotel Indonesia lengkap dengan tugu Selamat Datangnya, yang bertujuan semakin memeriahkan acara terbesar di Asia kala itu.

Tujuan Soekarno menjadikan Jakarta sebagai tuan rumah acara terbesar di Asia itu adalah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa negara bekas jajahan imperialisme barat bukan bangsa tempe! Begitu yang sering beliau ucapkan di setiap pidatonya.

Pada saat perhelatan akbar ini dilaksanakan, Presiden Soekarno sempat meminta kepada sebuah perusahaan jam tangan dari Swiss untuk membuat mesin dan merakit jam tangan yang kelak akan dijadikan souvenir dan diberikan kepada tamu dan atlet yang ikut pada Asian Games 1962. Bukan tanpa alasan Presiden Soekarno melakukan hal ini, beliau bermaksud membawa nama Indonesia ke kancah internasional dan semakin di kenal, khusus nya di negara-negara tamu yang mengikuti ajang Asian Games 1962.

Namun, begitu banyak spekulasi mengenai pembuatan jam tangan ini, ada yang mengatakan bahwa jam tangan ini bukan dibuat pada masa pemerintahan Soekarno melainkan  dibuat pada saat Soekarno sudah tidak menjabat sebagai presiden, sekitar Order Baru, yakni tahun 60-an akhir atau 70-an awal. Selain diberikan kepada atlit, jam tangan ini juga diberikan pada negara-negara peserta GANEFO di tahun 1963.

Jam tangan Garuda sendiri merupakan sebuah jam tangan mekanik atau otomatis pada saat diluncurkan pertama kali. Dengan mesin mekanik Ebauches Bettlach (EB) 8800, Ronda (RL) 1217-21, Baumgartner (BFG) 866, Ebosa 87, Amida 715 yang seluruhnya dibuat di Swiss. Dan mesin otomatis Ronda-Matic 1219, Ronda-Matic 1238, Ronda-Matic 1239, Ronda-Matic 4139. Jam tangan Garuda mengambil desain yang klasik, pada umumnya dengan perpaduan gold di bagian case dan strap kulit hitam atau coklat.

Di Indonesia sendiri jam tangan bersejarah ini sudah sangat sulit di temukan. Peminat jam tangan ini juga sudah sangat berkurang dikarenakan tingkat akurasi nya yang terbilang rendah. Namun, bagi mereka para pengoleksi jam tangan klasik tentu nya ini bukan suatu masalah. Apakah kamu tertarik dengan jam tangan asli Indonesia ini? Atau mungkin kamu ingin memiliki koleksi jam tangan lawas dengan kualitas seperti baru? RADATIME punya koleksi Seiko & Alba Best Deals. Buruan klik di bawah ini untuk melihat koleksinya.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com